Kurikulum dan Strategi Pemelajaran TKJ

Standar Kompetensi

Konsep dasar Standar Kompetensi ditinjau dari segi etimologi terbentuk atas kata “Standar” dan “Kompetensi”. Kata “standar” diartikan sebagai ukuran atau patokan yang disepakati. Sedangkan kata “kompetensi” adalah kemampuan melaksanakan tugas-tugas di tempat kerja yang mencakup penerapan keterampilan yang didukung oleh pengetahuan dan sikap sesuai dengan  kondisi yang disyaratkan. Dari pengertian kedua kata tersebut, maka standar kompetensi diartikan sebagai suatu ukuran atau patokan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.
Standar kompetensi tidak berarti hanya kemampuan menyelesaikan suatu tugas, tetapi dilandasi pula bagaimana serta mengapa tugas itu dikerjakan. Dengan kata lain, standar kompetensi meliputi faktor-faktor yang mendukung seperti pengetahuan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda. Standar kompetensi merupakan rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas/pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja, sesuai dengan kriteria unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang maka yang bersangkutan akan memahami :

  1. bagaimana mengerjakan suatu tugas/pekerjaan,
  2. bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan,
  3. apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula,
  4. bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah dan atau melaksanakan tugas/pekerjaan dengan kondisi yang berbeda.

Standar kompetensi dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihakyang terkait dalam penyiapan SDM yaitu :

  1. Pada lembaga pendidikan dan pelatihan :
    • Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan kurikulum dan pengembangan pengajaran, sekaligus mendorong konsistensi dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta menetapkan kualifikasinya.
  2. Pada dunia usaha/perusahaan
    • Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai alat manajemen, terutama dalam :
      • Menentukan organisasi kerja dan perencanaan jabatan.
      • Membantu dalam evaluasi/penilaian karyawan dan pengembangannya.
      • Membantu dalam merekrut tenaga kerja.
      • Mengembangkan program pelatihan yang khas/spesifik sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  3. Pada lembaga sertifikasi profesi

- Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan

  • klasifikasi dan kualifikasi,
  • kriteria pengujian dan instrumen/alat ukur pengujian.

Kodefikasi standar kompetensi mengikuti aturan penomoran yang telah ditetapkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No: 69/MEN/III/V/2004 tentang tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Nasional. Aturan tersebut adalah:

SSS.BB00.XXX.VV

Dimana :

  • SSS   :   menyatakan sektor dari unit kompetensi tersebut
  • BB :           menyatakan sub sektor dari unit kompetensi
  • 00   :           menyatakan bidang/grup, dengan pengkodean sebagai berikut
    • 00   ->        jika tidak mempunyai grup
    • 01   ->      identifikasi kompetensi umum yang diperlukan untuk dapat bekerja pada sektor ini
    • 02   ->       identifikasi kompetensi inti yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tugas inti pada sektor ini
    • 03   ->       identifikasi kompetensi spesialisasi yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tugas spesifik pada sektor tertentu
  • XXX          :           menyatakan nomor urut unit kompetensi
  • VV :           menyatakan versi dari unit kompetensi yang disusun/dibuat

Kurikulum Teknisi Jardiknas

Berdasarkan SKKNI Operator dan Pemrogram Komputer, SKKNI Jaringan Komputer dan Sistem Administrasi, SKKNI Computer Technical Support, serta SK Mendiknas No: 232/U/2000 dan 045/U/2002, juga dengan mempertimbangkan standar kompetensi Internasional dalam bidang TIK serta kebutuhan lapangan kerja, maka disusunlah kurikulum Teknisi Jardiknas dengan susunan sebagai berikut:

Tabel 4.1 Kurikulum Semester 1

SEMESTER 1
No
Mata Kuliah
T
P
1 Bahasa Inggris 1 (TOEC Score 250 : Kemampuan Menghafal) 2  
2 Matematika 1 2  
3 Jaringan Komputer 1 : Konsep Jaringan 2 3
4 Konsep Teknologi Informasi 2  
5 Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi   4
6 Perangkat Keras Komputer 2  
7 Sistem Operasi   3
Jumlah SKS
10
10

Tabel 4.2 Kurikulum Semester 2

SEMESTER 2
No
Mata Kuliah
T
P
1 Bahasa Inggris 2 (TOEC Score >=255: Kemampuan Dasar) 2  
2 Matematika 2 2  
3 Fisika 2  
4 Bahasa Indonesia 1 : Madya 2  
5 Jaringan Komputer 2 : Konsep Routing 2 3
6 Pemrograman Berorientasi Objek 1   3
7 Administrasi sistem   3
Jumlah SKS
10
9

Tabel 4.3 Kurikulum Semester 3

SEMESTER 3
No
Mata Kuliah
T
P
1 Bahasa Inggris 3 (TOEC Score >=405:Kemampuan Dasar, Plus) 2  
2 Matematika 3 : Matematika Diskrit 2  
3 Bahasa Indonesia 2 : Unggul 2  
4 Administrasi Jaringan   4
5 Pemrograman Berorientasi Objek 2   3
6 Basis Data 1   4
7 Jaringan Komputer 3 : Konsep Switching   3
Jumlah SKS
6
14

Tabel 4.4 Kurikulum Semester 4

SEMESTER 4
No
Mata Kuliah
T
P
1 Bahasa Inggris 4 (TOEC Score >=605 : Kemampuan Kerja Terbatas ) 2  
2 Matematika 4 : Aljabar Matriks 2  
3 Keamanan Jaringan 2 3
4 Pemrograman Web   3
5 Desain Web   3
6 Basis Data 2   2
7 Jaringan Komputer 4 : Teknologi WAN   4
Jumlah SKS
6
15

Tabel 4.5 Kurikulum Semester 5

SEMESTER 5
No
Mata Kuliah
T
P
1 Bahasa Inggris 5 (TOEC Score >=785 : Kemampuan Kerja Plus ) 2  
2 Jaringan Nirkabel   3
3 Pemrograman Aplikasi Bergerak   4
4 Analisis & Perancangan Sistem Informasi   3
5 Proyek Sistem Jaringan   5
Jumlah
2
15

Tabel 4.6 Kurikulum Semester 6

SEMESTER 6
No
Mata Kuliah
T
P
1 Kewarganegaraan 2  
2 Pendidikan Agama 2
3 Etika Profesi 2
4 Proyek Sistem Informasi   5
5 Bahasa Asing (Jepang/Mandarin/Jerman)   2
Jumlah SKS
2
15
T P Total
Jumlah total jam teori & praktek 42 68 110
Jam MataKuliah Teori (%) 38%    
Jam MataKuliah Praktek (%)   62%  
Semester 3


Bahasa Inggris 3 (TOEC Score >=405:Kemampuan Dasar, Plus) UNSYIAH
Matematika 3 : Matematika Diskrit ITS
Bahasa Indonesia 2 (Tata Tulis Karya Ilmiah) UNTIRTA
Administrasi Jaringan PENS
Pemrograman Berorientasi Objek 2 (J2SE SL 275 lanjut) ITB
Basis Data 1 STIMIK TASIK
Semester 4


Bahasa Inggris 4 (TOEIC Score >=605 : Kemampuan Kerja Terbatas ) UM
Matematika 4 : Aljabar Matriks ITS
Keamanan Jaringan POLTEK BALI
Pemrograman Web (JSP) POLTEK PADANG
Desain Web STIMIK SUBANG
Basis Data 2 STIMIK AMIK BDG
   
Semester 5


Bahasa Inggris 5 (TOEIC Score >=785 : Kemampuan Kerja Plus ) UM
Jaringan Nirkabel ITS
Pemrograman Aplikasi Bergerak (J2ME) ITB
Analisis & Perancangan Sistem Informasi POLTEK SUKABUMI
Proyek Sistem Jaringan  
   
Semester 6


Kewarganegaraan STIMIK AUB SOLO
Pendidikan Agama UNTIRTA
Etika Profesi POLTEK LAMPUNG
Proyek Sistem Informasi  
Bahasa Asing  (Jepang/Mandarin/(Jerman – UNSYIAH) ) UNHAS

Image

Selain mata kuliah seperti yang ada pada tabel di atas, sebagai bagian dari proses pembentukan kepribadian maupun pelatihan untuk bekerjasama dalam tim serta untuk mengasah kompetisi, maka materi olahraga juga harus diberikan, minimal pada saat mahasiswa berada di provider.
Olahraga yang diberikan adalah olahraga yang dimainkan secara beregu (misal: sepakbola, volley, basket) dan dapat dipertandingkan sesama mahasiswa untuk mengasah daya kompetisi mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: